Selasa, 30 Desember 2014

Novel 3600 Detik


Sandra memasuki sekolah barunya. Mentari pagi menyinari rambutnya yang di cat merah. Sandra berjalan melewati sebuah lorong hingga telinganya mendengar sebuah dentingan piano yang sangat indah. Sandra mendekat dan memasuki ruangan yang tenyata ruang musik. Di dalam, Sandra melihat seorang cowok sedang bermain piano. Seolah merasa ada yang memperhatikan, pemain piano itu menoleh ke belakang. Tatapan bertemu dengan Sandra. Dia tersenyum. Sandra pun membalas senyumannya.
Sandra menyapa pemain itu yang ternyata benama Leon. Penampilan Leon sangat rapih, baju dimasukkan, dan rambut dipotong di atas kerah. Sangat kontras dengan Sandra yang berantakan. Sandra adalah putri dari pasangan yang tidak harmonis, ayahnya menceraikan ibunya dan pindah ke luar negeri. Sedangkan ibunya sangat sibuk dengan pekerjaannya sebagai direktur di sebuah perusahann. Hal itu membuat Sandra menjadi anak yang nakal. Ia pergi ke diskotik setiap malam, membolos sekolah, dan menghamburkan-menghamburkan uang.
Sekolah ini adalah sekolah Sandra yang kesepuluh, dari sekolah-sekolah yang sebelumnya, tidak ada yang bisa menampung Sandra lebih dari sepuluh hari. Ada saja keonaran yang dibuat Sandra. Guru-guru pun kewalahan mengahadapi Sandra. Karena hotelnya membuka cabang baru, Ibu Sandra pun memutuskan untuk pindah keluar kota dan menyekolahkan Sandra di kota tersebut.
Sepulang sekolah, Sandra pergi ke mall untuk jalan-jalan. Ia memasuki sebuah toko kaset , saat sedang melihat-melihat, Sandra tertarik pada sebuah ide untuk membawa CD tersebut keluar tanpa dibayar terlebih dahulu. Sandra pun dengan tenangnya membawa CD tersebut keluar. Saat di pintu keluar, Sandra dicegat oleh seorang satpam, tapi ketika rencana mulai berjalan lancar, ada seorang menepuk pundak Sandra, Sandra menegok dan ternyata itu Leon. Leon memberitahu satpam itu bahwa Sandra adalah temannya dan Leon meminta Sandra untuk membayar CD tersebut, tetapi mungkin Sandra kelupaan. Satpan itupun langsung percaya pada Leon, tentu saja hal itu membuat Sandra marah besar.
Suatu hari Sandra datang terlambat. Dia meloncati pagar sekolah. Saat sedang berjalan-jalan keliling sekolah, Sandra melihat Leon duduk di taman sekolah sedang memperhatikan teman-temannya yang sedang olahraga di lapangan. Awalnya Sandra mengira bahwa Leon membolos. Tetapi ketika dia bertanya, ternyata leon bukannya tidak mau mengikuti pelajaran olahraga, tetapi ia memang tidak bisa mengikutinya. Leon memiliki penyakit jantung.
*****
Keesokan harinya, Sandra menemukan Leon di ruang musik. Sandra menyapa Leon, ia tidak tahu mengapa dia berani disini, tetapi suara musik Leon anehnya telah membuat hatinya tenang dan nyaman. Bukan reaksi yang ia harapkan sebelumnya.
Leon menatap Sandra, dia bertanya kenapa ketika Sandra mencuri kemarin, Sandra memilih CD The Sound of Music. Ternyata salah satu lagu di CD itu adalah lagu kesukaannya, yaitu Do-Re-Mi. Sandra menyukai lagu itu karena dulu Ayah Sandra sering memainkan lagu tersebut untuknya.
Leon pun segera memainkan lagu itu dengan pianonya. Lama-kelamaan kenangan lama muncul di benak Sandra. Sandra pun duduk disamping Leon. Kenangan bahagia dan juga kenangan pahit ketika Ayahnya meninggalkannya. Semua itu membuat Sandra ingin menangis. Perasaan itu muncul kembali. Sakit hati, marah, kecewa, dan sedih. Merasa tidak tahan lagi, Sandra menghentikan permainan Leon dengan menekan tuts piano di depannya dengan keras lalu pergi keluar meninggalkan Leon.
Leon terdiam tidak bergerak. Sesaat tadi Sandra sempat merasa tenang disamping Leon, tetapi tiba-tiba sesuatu telah membuatnya gusar. Pertama kali Sandra muncul di ruang musik ini, Leon merasakan energi kehidupan terpancar dari gadis itu. Leon teringat pada saat pertama kali ia bertemu dengan Sandra dan kejadian-kejadian yang telah dia alami bersama Sandra. Sandra satu-satunya orang yang tidak memperlakukannya seperti seseorang yang lemah.
*****
Keesokan harinya Leon mencari-cari Sandra di sekolah, tetapi kata teman sekelas Sandra, Sandra bolos hari ini. Siang itu Leon hanya bisa mengikuti pelajaran setengah hari karena harus melakukan pemeriksaan di rumah sakit.
Di tengah perjalanan, Leon melihat Sandra memasuki tempat biliar. Leon pun meminta sopirnya untuk menghentikannya mobilnya. Leon berjalan menuju tempat biliar dan masuk ke dalamnya. Dilihatnya Sandra sedang memainkan bola biliar di meja paling ujung. Ketika mengetahui kedatangan Leon, Sandra langsung terkejut. Dibentaknya oleh Sandra. Tetapi Leon tetap sabar dan terus mengintrogasi Sandra. Sandra pun tidak mau kalah, ia terus mengejek dan membentak Leon. Karena teringat bahwa Leon harus ke rumah sakit, akhirnya Leon pun menyudahi perang mulutnya dengan Sandra dan beranjak pergi.
Keesokannya harinya, saat bel masuk berbunyi, Sandra dipanggil Pak Donny untuk datang keruangannya pada saat istirahat. Ternyata Pak Donny mengetahui bahwa kemarin Sandra membolos seharian untuk pergi bemain biliar.
Sandra mengira bahwa Leon lah yang mengadukannya pada Pak Donny. Sandra pun melabrak Leon sebelum pergi ke ruangan Pak Donny. Tetapi Leon berkata bahwa ia melihat dengan mata kepalanya sendiri alau Sandra kemarin bermain biliar. Tentu saja Sandra merasa bersalah. Saat pulang sekolah, Sandra menghampiri Leon untuk mengakui kesalahannya. Sejak saat itupun mereka menjadi sahabat baik.
*****
Seminggu kemudian Leon melihat Sandra sedang menulis sesuatu di taman sekolah pagi-pagi sekali. Leon menyentuh pundak Sandra dengan telunjuknya dan bertanya apa yang sedang ia lakukan. Ternyata Sandra sedang menulis contekan untuk ulangan fisika nanti. Leon melarang Sandra untuk menyontek. Tetapi Sandra tetap bersikeras untuk menyontek. Akhirnya Leon menantang Sandra untuk taruhan. Sandrapun tertarik dengan tantangan Leon. Akhirnya Leon memetik setangkai bunga melati yang berada disamping Sandra. Leon akan memetik kelopak bunga tersebut satu-persatu, jika hasilnya genap Sandra boleh menyontek tetapi jika hasilnya ganjil Sandra tidak boleh menyontek lagi, tidak sekarang tidak juga nanti. Sandra setuju. Akhirnya Leon mulai mencabuti kelopak bunga tersebut sampai kelopak yang terakhir jatuh ke tanah. Ternyata Leon yang menang. Leon langsung mengulurkan tangannya untuk meminta kertas contekan yang sudah Sandra buat sejak pagi-pagi sekali. Sandra menyerahkan kertas contekkannya sambil mengumpat kesal.
Saat istirahat Leon menghampiri Sandra yang sedang makan. Leon meminta Sandra untuk mengikuti acara malam kesenian yang akan diadakan sebulan lagi. Tentu saja Sandra menolak. Leonpun mengusulkan untuk menggunakan bunga melati lagi, Sandra setuju tapi kali ini Sandra yang mencabut kelopak bunganya. Memang keberuntungan sedang ada pada pihak Leon karena Leon lagi yang menang.
Akhirnya Sandra memilih untuk ikut kelas drama, kelas ini akan menampilkan drama Roro Jonggrang. Tapi sayangnya semua peran sudah teisi. Tetapi Sandra tahu peran apa yang masih bisa diperankan olehnya.
*****
Malam kesenianpun tiba. Leon kebagian untuk bermain piano tepat sebelum drama, jadi Leon masih bisa menonton drama yang dimainkan Sandra. Semua berjalan lancar pada permainan piano Leon sampai akhirnya dada Leon terasa sesak. Hal itu membuat semua orang panik, Leon segera dilarikan ke rumah sakit tempat Leon biasa melakukan pemeriksaan. Ketika Sandra ingin berlari untuk ikut mengantar Leon, ada sesuatu pada tatapan Leon yang membuat Sandra tidak jadi mengejar. Leon ingin Sandra menyelesaikan perannya. Akhirnya Sandra menurut. Ketika perannya selesai, Sandra segera bergegas menuju rumah sakit tempat Leon dirawat.
Saat Sandra sampai disana, Leon sedang terbaring lemah di tempat tidur sambil menonton TV. Ketika menyadari kedatangan Sandra, Leon langsung bersemangat dan meminta Sandra untuk memainkan perannya daLam drama tadi.
Awalnya Sandra sempat ragu, tetapi akhirnya ia menyerah. Sandra menarik napas dalam-dalam. Menaruh kedua tangannya di dada, kemudian diam selama satu menit.
Leonpun bingung dengan apa yang dilakukan Sandra. Ternyata peran yang dimainkan Sandra adalah patung Roro Jonggrang di akhir drama. Leon tergelak begitu mengetahuinya.
*****
Pagi itu seperti biasa Sandra terlambat, di sekolah dia langsung berlari mencari Leon, ke khawatirannya pada Leon membuat Sandra tidak tenang. Lalu Sandra mendapati Leon sedang berdiri di depan kelasnya.
Leon kemudian memberikan kotak kecil berbungkus kertas kado sebagai hadiah ulang tahun Sandra, Sandra sangat terkejut, karena dia sendiri lupa akan hari ulang tahunnya. Sandra terlihat senang karena masih ada orang yang memperhatikannya.
Sandra berniat untuk mentraktir Leon saat pulang sekolah, tapi, ketika hendak pergi, tiba-tiba Pak Donny menghampiri Sandra memberitahu jika lbu Sandra masuk rumah sakit, Sandra terlihat khawatir walaupun dia tidak dekat dengan lbunya.
Sesampainya di rumah sakit, Sandra menemani lbunya meski dalam keadaan kesal karena ulang tahunya rusak berkat lbunya. Tapi Leon tetap sabar mencairkan suasana agar tidak kaku. Untuk lebih mendekatkan hubungan antara Sandra dan Ibunya, Leon pamit dan meninggalkan Sandra dengan lbunya. Dalam percakapan mereka berdua walaupun awalnya sempat tegang tapi akhirnya Sandra sadar bahwa lbunya sangat menyayanginya. Hubungan antara lbu dan anak itupun membaik.
Dua hari kemudian, Leon datang menghampiri Sandra untuk memberi Sandra undangan pesta ulang tahunnya yang ke tujuh belas. Ternyata ulang tahun mereka hanya berbeda dua hari.
Karena tidak tahu harus memakai baju apa ke pesta utang tahun Leon, Sandrapun datang ke kantor lbunya untuk membantu Sandra membeli baju. Tentu saja Ibunya sangat senang mendengar permintaan anaknya itu.
Dari butik satu ke butik lainnya dimasuki satu persatu oleh mereka, tetapi tidak ada satupun baju yang cocok. Sampai akhirnya mata Sandra tertuju pada sebuah gaun merah selutut tanpa lengan. lbu Sandra menyadari apa yang dilihat oleh anaknya. Merekapun masuk ke butik tersebut dan mencoba gaun merah yang ternyata sangat cocok dengan Sandra.
Malamnya Sandra pergi ke rumah Leon dengan taksi. Ketika sampai, Sandra disambut dengan senyuman lebar sahabatnya itu. Leon pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengenalkan Sandra pada Ayah dan Ibunya. Awalnya orang tua Leon sempat kaget melihat penampilan Sandra. Akhirnya mereka menyadari bahwa Sandra adalah perempuan yang ‘berbeda’.
Di dalam Sandra mengobrol panjang lebar dengan Leon, sampai ketika lagu favorit Leon diputar. Leon mengulurkan tangannya dan mengajak Sandra untuk berdansa. Sandra menyambut uluran tangan Leon. Mereka berjalan ke tengah ruangan. Leon memeluk pinggang Sandra dan mereka mulai berdansa. Ketika baru beberapa langkah, Sandra mengernyit kesakitan. Dia baru ingat kalau sepatu hak tingginya membuat kakinya sakit. Leon menyuruh Sandra untuk membuka sepatunya, awainya Sandra tidak mau, tetapi karena Leon juga membuka sepatunya, Sandrapun juga membuka sepatu hak tingginya.
Setetahnya, Leon mengantar Sandra melihat-lihat rumahnya dan menawarkan minuman. Ketika malam sudah semakin larut, Leon mengantar Sandra pulang.
*****
Ujian semester tiba, Sandra melaluinya seperti biasa, soal-soal banyak yang tidak bisa ia kerjakan, padahal dia sudah belajar mati­matian sampai begadang semalaman. Leonpun sampai menjadi guru privat sementara Sandra.
Selesai ujian, Sandra keluar kelas dengan gontai lalu ia menghampiri kelas Leon. Tetapi, teman sekelas Leon memberitahu Sandra bahwa Leon masuk ruang ICU karena jantungnya sempat berhenti tadi pagi, untung ayah Leon seorang dokter, jadi nyawa Leon masih bisa diselamatkan. Sandra langsung bergegas untuk menjenguk Leon. Dan lima hari kemudian, Leon sudah diperbolehkan pulang, para dokter pun heran karena Leon sembuh begitu cepat.
Hari ini adalah hari pembagian rapot. Walupun nilai Sandra jauh dari sempurna dibandingkan dengan nilai Leon yang mendekati sempurna, Sandra cukup bangga dengan nilai yang didapatnya.
Saat sedang mengobrol di taman, Leon memberitahukan pada Sandra bahwa dokter menyimpulkan, Leon harus menjalani opersai jantung. Tentu Sandra sangat kaget, karena operasi jantung memiliki resiko kehilangan nyawa. Awalnya Sandra tidak setuju, tetapi karena Sandra juga ingin terus bersama Leon, Sandra menyetujuinya.
*****
Hari ini Sandra berada di rumah Leon untuk bersama-sama ke rumah sakit. Leon akan dioperasi minggu depan. Sandra menunggu Leon di ruang tamu. Ketika Leon sudah siap, mereka segera berangkat ke rumah sakit. Setengah jam kemudian Leon menatap Sandra kebingungan. Mereka berhenti di sebuah taman rekreasi. Ternyata Sandra dan Pak Budi sudah merencanakan hal ini dari awal.
Sandra mangulurkan tangannya. Dia akan memberi kesempatan pada Leon untuk merasakan kehidupan normal selama 3600 detik di taman rekreasi ini. Leon menyambut uluran tangan gadis itu.
Ketika memasuki arena taman rekreasi, Leon melihat sekelilingnya dengan senang. Dia tidak pernah ke taman rekreasi sebelumnya. Karena setiap kali mau pergi, penyakitnya selalu kambuh. Dan akhirnya dia malah beristirahat di rumah.
Tetapi ketika dilihatnya atraksi bermain di taman rekreasi itu, Leon langsung mendesah, dia tidak mungkin main atraksi-atraksi yang ada di sana. Melihat wajah Leon, Sandra langsung mengajak Leon untuk naik komidi putar, awalnya Leon menolak karena yang naik kebanyakan anak kecil, tetapi karena Sandra memaksa, akhirnya Leon naik juga bahkan sampai dua kali. Disana mereka berfoto-foto, makan gulali, dan menaiki beberapa permainan yang bisa Leon naiki.
Akhirnya merekapun pulang. Di dalam mobil mereka bercanda‑canda sampai akhirnya dada Leon terasa sesak. Sandra pun panik. Melihat muka Leon yang pucat, Sandra benar-benar ketakutan. Leon menggenggam tangan Sandra, setelah itu ia tak sadarkan diri.
Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah sakit dan Leon langsung dibawa ke ruang operasi. Orangtua Leon sudah menunggu di sana. Sandra termenung tidak bergerak di ruang tunggu.
Setelah satu jam, dokter keluar dari ruang tersebut.
Melihat ekspresinya, Sandra tahu bahwa Leon telah pergi. Mama Leon menjerit sambil menangis, sementara Papa Leon memeluk istrinya dan tak lama ikut menangis. Sandra tidak percaya bahwa Leon telah tiada. Satu jam yang lalu mereka berdua masih tertawa gembira di taman rekreasi. Kini Sandra tidak bisa mendengar tawa pemuda itu lagi. Selamanya.

Mama, Aku Harus Pergi

Mama, Aku Harus Pergi
 BAB 1

         Hari Sabtu pagi. Terdengar keributan bagai kumbang lepas dari sarangnya. Pasukan cilik dalam balutan baju seragam coklat-coklattua di depan kelas IIIA itu rami berceloteh. Tidak bisa diam. Sebuah tangansibuk merogoh-rogoh kantong rok nya,berussaha mengeluarkanpermen. Siapa tahu masih senpat di makan sebelum mereka tiba di lapangan. Jari-jemari yang putih mungil merayap di balik meja kemeja pramuka seorang anak perempuan berkacamata yang terlihat sangat serius membaca  buku. The Adventures of Tomm Sawyer, Petualangan seorang anak laki-laki bernama tom yang meyaksikan sebuah pembunuhan bersama teman ya,Huckleberry Finn. Karena ketahuan,merekakemudian berlindung ke sebuah pulau. regina terlalu asyik membayangakan diri ya menjadi seorang penjelajah pulau sampai tiba-tiba ketahan rasa geli mencapai puncak. Ia merinding dan meggeliat resah, tidak senang dan tiba-tiba menoleh ke belakang dengan marah,mata melotot."ada apa sih??" Bentaknya
         Regina saputri Dahlan meltot padaseorang anak berambut coklat kekuningan dengan raut wajah bagai bulan, bulat, berkeringat, agak tembam, dan bermata jenaka.Pria kecil itu tersenyum menampilkan giginya yang tinggal dua di tengah dan melihat ke arahnya dengan tatapan tak bersalah
         Menyebalkan,Pikir Regina. Ia segera Membalikkan badanya yan kurus dan berusaha membaca lagi dari balikkacamata berbingkai ktak hitam, matanya sudah minus satu. terlalu cepat, menurut namanya,namun apa bloeh buat. Regina terlalu banyak membaca.
         Membaca dan Membaca.
         Kemampuan kosakatannya di atas rata-rata.menyamai seorangwartawam yang baru lulus sekolah junarlistik.
          ia adalah seorang jenius kecil dengan mata besar, kulit putih halus, lembut, dangan rambut hitam panjang, hidung mungil termaksud mancung, dan wajah agak bulat. Manis, serius, imut-imut, dan cantik, dengan bentuk tubuh indah bagai remaja yang sudah berkembang. Singkatnya, ia bertumbuh liat dan elok seperti wanita mudayang baru merekah, namun masih terperangkap dalam tubuh seorang anak kecil
         Mungil dan kurus. kadang-kadang ia suka nakal juga. nakal nya anak kecil.
      Regina tidak mau dikatakan anak kecil, meskipun ia juga tidakmerasa dirinya Dewasa. Masih Delapan Tahun Hmm...
        "Cie... buku inggris loh!" terdengah suara menggodakembali dari belakang, dan sekali ini, sang nona kecil marah . Ia menutup bukunya dengan keras, mengangkatnya dengan dua tangan, kemudianke atas kepala Roni, anak di belakangnya, dengan dua tangannya, "Berisik!" matanya mendelik marah
      "Regina!"  suara mis Katherina memanggilnya. Lembut namun TEGAS. Regina membalik badannya pelan.
             "Giliranmu!" Miss katherina yang bertubuh agak gemuk dengan pipi penuh dan mata sabar menatapnya.
             Regina mengangguk " Ya,Miss" Ia melihat barisan di depannya kosong. Murid-Murid tang lain sudah berjalan mendahuli nya ke lapangan, tempat mereka akan di berikan wejangan tentang kepramukaan, Ia cepat-cepat menyelipkan bukunya ke balik baju kemudian melangkah dengan lincah ke depan, tersenyum NAkal pada Miss Katherina.
             "Buku di simpan dalam kelas dulu!" Gurunya menegur.
             Regina mendesah dan berjalan gintai melewati sang guru menuju ke dalam kelas yang berdinding krem pucat dengan garis coklat muda di tengah. ia cepat-cepat berlari ke mejanya yang terletakpaling belakang di tengah,  meletakkan bukunya baik-baik didalam tasnya, memastikan tidak ada  unungnya yabg terjepit, kemudian berlari keluar, menuju lapangan
             Ia mengeryit saat merasa hawa panas matahari menerjang kulit nya dengan cepat-cepat menyelinap ke dalam barisan.meinjak kaki teman-temannya dan memaksa mereka mundur beberapa langkah.
             Tepat pada waktunya
             Kepala sekolah mereka, seorang suster yang sudah tua, kecil, agak bungkuk, dan berkacamata tebal yang sangat mengutamakan disipli melangkah naik ke atas podiumdengan pelan, menyeret kaki-kaki gemuk nya satu demi satu kemudian mengedarkan pandangan ke seluruh sekolah, seluruh sekolah anak kelas I sampai III menahan nafas mereka dan menunduk kepala, berharap-harap  cemas 'sang Naga' tak menyemburkan api di pagi hari itu. Setidaknya tiap satu dari sepuluh anak yang berada di sana berdoa bahwa sang suster bangun pagi dengan perasaan segar
             Terdengar bunyi dengusannya. Mereka sudah tahu. Anak-anak laki-laki yang tidak membawa topi pramuka. Mereka akan menjadi parade ketedoran sendiri di muka Publik. Sebuah ajang untuk nyali. Mereka akan di apajng dideoan, diatas panggung kecil di sisi kiri, dengan satu kaki di angkat selama upacara. Setidak nya selama lima belas menit tang memalukan.
             Regina berusaha mengintip dari barisannya , mencari tahu apakah murid yang terkena hukuman itu dari kelasnya atau bukan.
Terdengar bunyi dengusannya. Mereka sudah tahu. Anak-anak laki-laki yang tidak membawa topi pramuka. Mereka akan menjadi parade ketedoran sendiri di muka Publik. Sebuah ajang untuk nyali. Mereka akan di apajng dideoan, diatas panggung kecil di sisi kiri, dengan satu kaki di angkat selama upacara. Setidak nya selama lima belas menit tang memalukan.

Bersambung......
Next Bab 2 

Cerpen Cinta Sedih: Semua Tentang Kita

Cerpen Cinta Sedih: SEMUA TENTANG KITA
Semua Tentang kita
Karya Putri Ayu Paundan



Cerpen Cinta Sedih
Namaku natasya, aku pernah mencintai seseorang dengan tulus. Tapi, semua ketulusan cintaku padanya berakhir sia-sia.
“Natasya, jangan sedih terus dong. Senyuum.” kata sahabatku dewi sambil mencari tisu di meja rias kamarku
“gue gak bisa dew, gue ga terima dia ninggalin gue, pergi gitu aja tanpa pamit.”
Arya adalah seorang cowok yang sangat aku sayangi, dia pergi meninggalkanku tanpa alasan. Akupun baru tau kepergiannya setelah sehari dia pergi. Dia juga tak pernah mengabariku kenapa ia pergi. Yang ku tau, Arya harus meninggalkan sekolah lamanya bersamaku karna dia di tuntut kedua orang tuanya untuk tinggal di pesantren , tepatnya di daerah lampung. Akupun terpukul mendengarnya.
“sya, lo gak bisa terus-terusan mikirin arya kaya gini. Dia itu gamau bilang kepergiannya karna dia gamau liat lo sedih. Coba kalo dia tau lo sedih kaya gini. Gimana sya.”
“tapi gue kecewa banget wi, lo ga ngerti perasaan gue.”
Sehari sebelum arya pergi, teman-teman sekelasku sebenarnya sudah tau akan kabar bahwa arya akan pindah dari sekolah. Tapi arya melarang mereka semua untuk memberitahuku dan merahasiakan semuanya. Ini juga karena arya gak ingin buat aku bersedih. Tapi justru malah sebaliknya .
***
Seminggupun berlalu, aku masih belum bisa menerima semua ini. Disekolah rasanya sepi tak ada arya di sisiku yang biasanya setiap hari menyapaku, tertawa bersama. Arya juga tak pernah mengabariku dia menghilang begitu saja. Sampai sekarang aku belum bisa memaafkannya sebelum aku tau alasannya mengapa dia tak memberitahuku tentang kepergian dan kepindahannya ke lampung. Aku mencoba melupakannya tapi aku tak bisa, perasaan ini menyiksaku. Semakin aku mencoba melupakannya, semakin aku tak bisa menghapus kenangan Arya dari hatiku.
“sya, maafin gue ya gue gak bilang sama lo . sebenernya gue udah tau Arya mau pindah dari sekolah, tapi Arya ngelarang gue buat bilang sama lo, katanya dia gak mau buat lo sedih. Lo pasti bisa dapetin yang lebih dari dia. Itu pesan arya buat lo.” Kata eza sahabatnya arya.
Saat eza bilang semua itu kepadaku entah mengapa, hatiku gak bisa menerimanya. Aku menyayangi arya, hanya arya yang selalu ada di hatiku, dan dia yang terbaik untukku. Itu menurutku.
“lo jahat za, kenapa lo gak bilang sama gue dan harusnya lo tuh ngerti.”
“iya, maafin gue sya. Gue salah, tapi mau gimana lagi arya udah pergi dan asal lo tau sya. Dia sayang banget sama lo. Dia sebenernya gamau pindah, tapi karna desakan orang tuanya dia pindah ke pesantren.”
“ gue kecewa za sama dia. Kenapa dia gak bilang dari awal?”kataku lemas
Aku meninggalkan eza yang masih diam membisu diambang pintu kelasku. Aku gak mau mendengar semuanya lagi. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. andaikan waktu bisa berhenti berputar untuk saat ini, aku ingin kembali dan melihat arya untuk terakhir kali.
***
Pagi hari di kelas,
Seiring berjalannya waktu meskipun arya tak pernah mengabariku, dan mungkin dia sudah lupa denganku. Yaa, begitupun aku masih terus mencoba melupakannya. Hari-demi hari kujalani semuanya seperti normal dulu sebelum arya pindah dari sekolah ini. Aku hanya bisa mencoba untuk ikhlas dengan yang ku jalani sekarang. Andaikan ini semua mimpi, aku tak mau ini semua akan terjadi. Tetapi apa daya semuanya bukan mimpi, ini nyata.
“sya...” panggil seseorang dari tempat duduk belakang dan ternyata itu eza , dia berjalan menghampiriku
“apaan za?’’ kataku
“sya, kemaren arya chat gue nanyain lo.”
“terus?”
“kok terus?”
“iyaa, terus kenapa? Apa urusannya sama gue?”
“adalah ”
“apaan?” tanyaku sinis
“dia masi nungguin lo.”
“oh.” Jawabku singkat
“dih ngeselin nih anak, emang lo gamau tau kabarnya dia?”
“ah gatau gue, gue bingung sama dia , dia bilang sayang sama gue tapi apaan ninggalin gue gitu aja dan udah seminggu lebih gue gatau kabarnya.”
“yaa lo tanya lah kabarnya gimana?”
“ngapain ah za, gue cewek gengsi kali nanya ke cowo duluan.” Kataku agak jengkel
“gue bingung ama lo berdua, lo sama arya sama-sama sayang, tapi gak ada yang mau mulai duluan. Gimana kalian mau jadian kalo sama-sama gengsi. Cinta, tapi munafik. ”
“harusnya dialah, minta maaf enggak , kabarin gue juga enggak. Kalo gue disuruh milih untuk kenal sama dia atau gak, gue akan lebih milih enggak dari pada gue harus sakit hati kaya gini akhirnya...gue malah kecewa banget.”
“yaaa, kemaren dia nanyain kabar lo, ya gue jawab lo sedih banget dia pindah.”
“lo jujur amat si za, aaaah tau deh.”
***
Hari terus berganti, meninggalkan semua kisah yang ada begitupun kisah ku dengan arya , aku bertekat untuk melupakannya. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. Setiap kali aku berdoa, mendoakannya untuk kembali bersama ku lagi seperti dulu tapi itu semua tak mungkin. Aku memang mencintai arya, tetapi tak pernah arya jujur akan rasa sayang dan cintanya kepadaku, selalu eza yang bilang kepadaku setiap kali arya curhat kepadanya. Aku bingung dengan semua ini, mencintai seseorang tanpa sebuah kepastian yang pasti.
Tuhan..... jika memang dia yang terbaik untukku, jagalah dia disana tuhan...
Jagalah hatinya untukku, dan jagalah hatiku untuknya...
Aku disini hanya bisa mendoakannya, melihat nya dari kejauhan...
Ini berat untuk ku jalani Tuhan... jauh dari seseorang yang aku sayangi.....
Aku menyayangi dan mencintainya... tabahkan hatiku Tuhan...
Tuhan .. hanya satu pintaku, jagalah iya saat aku jauh dari sisinya.... :’)
Setiap malam setiap ada kesempatan aku berdoa dan menangis, akankah cintaku padanya akan kembali seperti dahulu menjalani hari-hari dengan penuh canda maupun tawa. Cinta ini membunuhku...kau adalah mimpi takkan pernah ku gapai.
***
Sebentar lagi liburan semester tiba, 6 bulan sudah berlalu. Sebenarnya momen-momen itulah yang selama ini ku tunggu. Karna liburan sekolah Arya pasti pulang ke Jakarta dan ada kemungkinan kita akan bertemu lagi. Tetapi , mendengar kabar kalo Arya pasti akan pulang ke Jakarta hatiku biasa saja. Tidak ada getaran-getaran seperti dulu saat aku bersamanya, mungkin karena selama 6 bulan ini aku sudah terbiasa tanpanya, yaa meskipun awalannya aku sangat terpukul dan kecewa juga sedih. Tapi sekarang aku sudah mempunyai seseorang yang bisa menggantikan hati Arya di hatiku yaitu Aka sudah 6 bulan juga aku mengenalnya. Aka datang di kehidupanku ketika hatiku sedang hampa dan kosong tanpa arah. Dia menyembuhkan luka di hatiku, awalnya aku memang tak bisa melupakan Arya karna bagaimanapun juga Arya akan selalu tinggal di hatiku. Saat kepergian Arya, Aka lah yang selalu menemani hari sepiku selama 6 bulan aku mengenal Aka, bagiku dia adalah seorang cowok yang baik , pengertian, dan sabar. Sudah 3 kali Aka menyatakan perasaannya padaku , tetapi tak pernah ku jawab aku hanya bilang kepada aka kalo aku masih mengejar sesuatu. Aka pun mengerti, walaupun dia tak pernah tau aku masih menunggu seseorang , yaitu Arya. Dan Aka masih setia menunggu hatiku. Dan akupun janji akan menjawabnya, aku menerima cintanya atau tidak saat ulang tahun Aka nanti.
***
Pagi di sekolah,
“besok kita bagi rapot sya.” Kata dewi sahabatku
“iya , gue takut nih jadinya masuk jurusan apa wi.”
“udah yakin lo pasti IPA. “
“yaa mudah-mudahan aja kalo kita bisa satu kelas lagi, lo IPA dan gue juga.”
“amiin.”
“haaai semua.” Sapa eza sambil duduk di sebelahku
“apaan si za, JB JB aje.” Kata ku
“hahaha.... lagi ngomongin apaan si? Serius amat?” eza tertawa pelan
“jurusan za...” kata dewi
“oh gitu yaa... lo pasti mah IPA, kalo gue sih maunya IPS.”
“yaa amin-amin mudah-mudahan kita masuk yaa.” Kataku
“iyaa amin .” kata mereka berdua
“eh sya, btw gimana perasaan lo sekarang sama Arya?”tanya eza kepadaku
“yaaah, lo ngomongin Arya lagi.” Jawabku lemes
“dia selau nanyain keadaan lo sama gue sya, ya gue jawab lo baik. Arya juga bilang kenapa dia gak nembak lo. Katanya dia , dia gamau nyakitin lo lagi emangnya lo mau pacaran jarak jauh sama Arya? Arya takut lo nolak dia, kalopun lo nerima dia, kasian elo nya arya gak pernah ada di samping lo . lo tau kan pesantren gimana? Dia pulang juga pas liburan.”
“yaaa.. gue tau. Status menurut gue gak penting. Yang gue mau komitmen za. Kepastian. Dia sayang sama gue tapi dia gak pernah bilang ataupun jujur sama persaannya sama gue. Gimana gue mau percaya sama dia, bisa aja kan dia pacaran disana atau udah punya cewek pengganti gue? Gue yakin za. lagian 6 bulan udah berlalu. Gue mungkin bisa lupain dia, tapi gue gak akan bisa ngelupain semua kenangan tentang kita”
“oh iya, liburan dia kesini sya. Dia pengen ketemu sama lo.”
“gue gamau lah za, udah cukup yang dulu2 gue gamau nantinya keinget dia lagi. Sekarang gue udah punya yang lain, meskipun gue belum jadian sama dia. Tapi kita udah deket semenjak Arya ninggalin gue.”
“siapa?” tanya eza
“aka namanya za, dia ganteng putih jago main basket dan juga jago futsal.” Kata dewi yang menambah pembicaraan suasana menjadi semakin hangat
“serius lo sya?” tanya eza tak percaya
“iya, gue serius dan suatu saat kita pasti akan jadian.” Kataku padanya
“jujur nih gue sya sama lo Arya disana banyak yang nembak dan banyak yang sukain. Lo mau tau semua cewek yang nembak dia banyak, terus dia tolak. Adapun anak SD nembak dia, dan katanya mirip sama lo.”
“terus di terima?” kata dewi sahabat ku, yang duduk di sampingku sembari membaca novel
“gue belom tau kabarnya. setau gue sih dia belum jawab mau nerima tu cewek apa enggak.”
# Bel pun berbunyi
***
Pagi hari,
Hari ini adalah hari yang ku tunggu-tunggu mama ku sudah bersiap-siap untuk mengambil rapotku. ketika sampai di sekolah , aku berpapasan dengan eza. eza tak melihatku mungkin dia gak sadar seseorang yang berpapasan dengannya itu aku. Setelah pembagian hasil rapot selesai ternyata alhamdullilah akhirnya aku masuk jurusan IPA, jurusan yang selama ini aku cari dan sudah aku rencanakan.
“sya, tar abis bagi rapot main yuk.” Kata sari teman dekatku
“okeey, siapa aja?” tanyaku
“banyak lah. Pokoknya.”
“okedeh.”
“lo udah bagi rapot?” tanyanya
“udah nih,”
“wesss... ipa nih ye. Slamet yaa.”
“lo emang belom?” tanyaku
“belom, tar abis ini.”
“oh okey, emng kita mau main apa?”
“main UNO aja, hehe lo bawa uno?”
“kagak sii, yaudah gue balik dulu yaa..tar samper gue aja.”
***
Siang hari,
“natasya, ayok berangkat main.. anak-anak udah pada ngumpul. Jangan lupa uno nya.”
Aku naik motor di jemput oleh teman dekat ku sari. Setelah beberapa menit sampai di rumah sabi, akhirnya kita semua main UNO
“sabi, si eza gak dateng?”
“gatau sya, katanya mau pergi.”
Sabi adalah teman deketku juga , karna rumahnya adalah basecame kami, tempat kami berkumpul dan bercanda bareng
Tak lama sambil kita memainkan UNO , ada suara motor berhenti di rumah sabi. Ici temen ku keluar dan membuka pintu. Ku lihat dari arah jendela ternyata eza, tetapi disana ada seseorang lagi. Memakai helm dan sepertinya aku mengenalnya, Cuma dari jendela tidak terlalu kelihatan. Seseorang itu melepas helm nya dan ternyata... OMG ! batinku...... ternyata seseorang itu adalah...
“sya, ada Arya tuh.”
“hah ? serius lo sab?”
“iya serius gue, tuh anaknya kesini kan.”
Oh Tuhaan.... apa salahku, aku tak ingin bertemu dengannya. Tetapi sekarang kita malah di pertemukan. Apa ini takdirku Tuhan.. untuk bertemu dia lagi. Deg..... tiba-tiba saja terasa jantungku berhenti, getaran ini sudah lama tak kurasakan. Sangat berbeda sekali bila aku dekat dengan aka, tidak ada getaran seperti ini. ada apa ini?” batinku
“sorry sya, dari awal kita semua sudah ngerencanain ini, untuk nemuin lo sama Arya.”
Aku dan arya hanya tersenyum tipis. Tapi aneh sikapnya Arya, dia bener-bener berubah. Dia tak menyapaku. Bahkan menegurku itupun tidak. Apa yang terjadi Tuhan batinku. Apa dia sudah menemukan yang lain? Entahlah.... selama kita semua ngobrol, tetapi aku dan arya tidak juga saling tegur sapa, kenal.. tapi kaya ga kenal.. Arya seperti orang asing dalam hidupku.
“sya, arya kalian berdua diem aja..” ledek mereka
“ayodong kangen-kangenan apa kek gitu?” kata ici teman dekatku yang juga ikut meledek
“tau lo ya, udah ada orangnya malah di cuekin. Giliran ga ada malah nyariin.”ledek eza
“apaansih lo za, gajelas.” Jawabku sinis
“yee lo berdua tuh cinta, tapi munafik. Sama-sama cinta tapi malu-malu gak ada yang mau mulai duluan. Gininih jadinya cuek-cuekan kalo ketemu.”
Kenapa harus gue yang mulai duluan apa musti gue yang negur duluan? Siapa yang buat salah ? gue kah? Atau dia? Yang ninggalin gue siapa? Yang buat gue sedih siapa? Yang buat gue kecewa dan sakit hati siapa? Harusnya lo sadar Arya ! batinku meringis.
“yaudah lah za, kalo mereka emang mau diem-dieman.” Kata sabi
Aku hanya tersenyum ke arah mereka yang menatapku juga Arya. Setiap kali aku memergoki arya melirikku, dan aku juga meliriknya batinku nangis apa iya arya gak kangen sama aku, atau minta maaf? Tapi apa nyatanya... itu tidak sama sekali !! yang ku lihat dari sorotan matanya masih ada cinta dan rindu dihatinya. Akupun merasakan itu. Tatapannya, masih seperti dulu, dingin tetapi penuh arti dari sorotan matanya penuh keteduhan. Andai saja tatapan ini bisa membunuh, mungkin aku sudah terkapar olehnya.
Akhirnya kita semua main UNO , mainan yang biasa kita mainin kalo gak ada mainan yang bisa dimainin . kita anak SMA tetapi masih main kartu UNO, yaa walaupun UNO buat semua umur. Eza pun membagikan kartu UNO nya. Dan kita semua main. Ternyata seiring berjalannya waktu, pertama sari keluar menang, disusul sabi, disusul eza, dan yang terakhir ici, yang salalu main UNO keringetan. Main UNO aja kok keringetan? Dan yang tersisa hanya aku dan aray. Permainan semakin menegang. Belom ada kepastian siapa yang menang aku ataupun aray.
“ayodong menangin sya.” Teman-temanku menyemangatiku. Begitupun aray yang sibuk dengan kartu-kartunya .
“udeh lo pasti menang deh ray.” Kata eza yang malah membela aray di banding aku
“eh belom tentuu.” Kataku , daaaannnn.....
“UNO ! “ aray mengucapkan kata itu bentar lagi dia menang karna kartunya tinggal satu 4+ ternyata.”
aku pun kalah saat permainan itu. Tapi taapalah ini hanya sebuah permainan, akhirnya kita semua tertawa bersama.
bahagia itu sederhana ... walaupun aku dan aray tak saling tegur sapa bahkan saat bermain aray tak juga menatapku. Tetapi dengan melihat aray tersenyum atas kemenangannya padaku. Aku sudah senang.” #Bahagiaitusederhana aku mungkin saja melupakanmu ketika kau pergi, dan jauh disana..tetapi cinta, perasaan kembali ada ketika kau datang
waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Karna hari sudah sore akhinya kita semua memutuskan untuk pulang. Pertemuan yang sangat singkat antara aku dan juga Aray. Sampai pulang kita berdua juga gak ngobrol dan saling cuek-cuekan. Yaa... itulah aray dingin dan sangat cuek
***
Malam ,
Aku masih teringat pertemuan singkat tadi siang. Ini semua seperti mimpi ataukah aku bermimpi?? Sambil memeluk boneka dan tepar di atas kasur aku memutar kembali saat 6 bulan yang lalu , saat aray meninggalkanku, dan pergi begitu saja tanpa kabar. Dan sekarang dia ada disini menemuiku. Aku tak mengerti apa maksudnya
dret.. dret... ponselku bergetar, tanda sms masuk dan ternyata itu dari Aka.
“natasya.. malem.. apa kabar?”
“hei, baik kok Aka.”
“oh gitu syukur deh.”
“besok bisakan dateng kerumah Aka sya?”
Ya Tuhan.. aku lupa besok tanggal 26 adalah hari ulang tahunnya Aka. Untung saja aku sudah menyiapkan kado untuknya jauh-jauh hari.
“okey, besok natasya dateng kok.”
“mau aka jemput?”
“okeh” diakhiri percakapan pendek itu di sms dan akupun tertidur
***
Esok hari,
Jam 10:00 aka sudah sampai di depan pager rumahku. Aku pun pergi kerumahnya di boncengin naik motor satria nya. Di perjalanan dan di pikiranku kosong, entah apa yang aku fikirkan dan akhirnya setelah beberapa menit di perjalanan kita pun sampai di perumahan blok A rumahnya Aka, disana sudah banyak temen-temennya yang berkumpul. Juga sahabat ku putri.
“ka. Ini kado buat kamu.”
“yaampun natasya, pake repot-repot.”
“yaa.. gpp kkok.”
Kado yang aku berikan untuk Aka adalah angsa-angsaan biru hasil karya ku sendiri, juga striminan yang bertulisan namanya dan hari ulang tahunnya
“Heemm ikut aku bentar yuk,” tanganku di gandeng aka ke arah taman komplek dekat rumahnya. Aku tak mengerti apa maksudnya. Terlintas tiba-tiba di fikiranku. Aku lupa kalo aku berjanji akan menjawabnya iya atau tidak untuk menjadi pacarnya.
“heem.. mau ngapain ya ka?” tanyaku terbata-bata aku masih tidak tau harus menjawab iya atau tidak untuk menerimanya.
“adadeh.” Jawab aka
Sesampainya di taman yang indah dan penuh bunga berwarna-warni disana terpampang bunga matahari yang menjulang tinggi juga pohon anggur di sekeliling taman. Di temani teman-teman aka juga putri sahabatku. Karna dialah aku bisa kenal dengan aka, setelah kepergian Arya 6 bulan yang lalu. Di tengah lapangan Aka melepaskan gandengannya.
“natasya, bagaimana dengan jawaban kamu ?”
“jawaban? Jawaban apa?” aku pura-pura tak ingat
“jawaban, apa kamu nerima aku? Atau tidak.”
Jleeeeeeebbbbb................
Ternyata Aka benar menagih janji itu. Aku tak tau kenapa bisa jadi begini. Awalnya aku memang sudah hampir bisa MOVE-ON dari arya, tapi apa? Arya datang kembali di kehidupanku. Menemuiku walaupun itu tidak sengaja bertemu. Tapi apa daya, Aka cowok yang selama ini 6 bulan aku gantungi perasaannya masa iya aku tolak. Cinta diantara dua hati itu tidak mungkin! Aku mencintai arya juga aka..
“natasya, kok diem?” tanya aka
“hah? Iya...apa?” kataku terbata-bata
Temen-temen aka yang menonton dan menyaksikan itu mereka semua menyoraki kita berdua... terima...... terima....... aku bingung saat itu.
“kamu nerima aku atau tidak natasya... aku sayang kamu.” Di raih nya tanganku
Setelah beberapa menit aku berfikir, akhirnya
“iya Aka, Aku terima.”entah apa yang ku fikirkan tak sengaja aku mengucapkan kata-kata itu, terlambat sudah......
Yeeeeyyyy jadiaaaaan sorak mereka tambah ramai. Orang-orang yang ada di area taman bingung karena saat itu teman-temannya aka berisik dan rame. Meskipun saat itu aku malu. Aku memutuskan untuk menerima aka karna aku juga suka sama dia , walaupun aku masih mengharapkan arya untuk menjadi kekasihku. Tapi itu semua tidak mungkin , arya hanyalah mimpi bagiku takkan pernah ku memilikinya.
“makasih natasyaaaa..... ini boneka taddy bear buat kamu”
“iya... makasih yaa aka.”
Aku tak menyangka akhirnya aku jadian juga sama aka, bertepatan dengan ulang tahunnya. Dia memberiku boneka taddy bear berwarna warna pink, Teman-teman aka juga memberi memberi selamat ke kita berdua. Taman itu menjadi saksi cinta kita berdua.
***
Kejadian kemarin telah berlalu. Kini aku sudah menjadi milik orang lain . aku mungkin bisa belajar untuk menyayangi aka, namun mungkin tak sepenuhnya karna aku masih mengharapkan cintanya arya entah sampai kapan.
Baru sehari kami berdua jadian, berita itu sudah menyebar sampai ke kuping teman-temanku terutama arya. Arya sudah mengetahui kalo aku sudah jadian , arya pun syok mendengar kabar tersebut yang datangnya dari eza. Eza adalah sahabatku sekaligus sahabat dan teman curhatnya arya . jadi apapun yang terjadi denganku pasti eza tau, dan bakal lapor ke arya.
Ponselku tiba-tiba berdering , ternyata ada tlp dari ici sahabatku.
“halo?” sapanya
“iya ci, tumben tlp ada apa?” tanyaku
“gpp, Cuma mau mastiin aja.”
“apa?”
“lo beneran jadian sama aka? Cowok yang sering lo ceritain itu ke gue?.”
“iya ci.”
“selamet ya sayang.”
“eh iya makasih.”
“oh iya, arya udah tau lo jadian?”
“udah, sepertinya dari eza.”
“iya, gue juga tau dari si eza . Kirain itu boongan ternyata beneran.”
“iya, itu semua bener. Gue jadian kemaren tanggal 26 pas ulang tahunnya ci.”
“hmmm... lo udah tau kalo arya nyusul jadian setelah lo jadian sama aka?”
“apa..?” Aku tersentak kaget . tak sengaja ponselku ku banting ke arah tempat tidur, dan untungnya tidak ke lantai, ku ambil lagi dan kudengarkan apa yang sebenarnya terjadi.
“halo sya?”
“ya maaf, tadi hp gue jatoh. Gue kaget abisnya.” Jantungku tiba-tiba saja terasa sesak dan sakit entah kenapa , aku tak mengerti
“jadi gini, hari ini arya jadian sya”
Deeeg......serangan itu kembali ada
“gak, gue gak tau? Emang dia hari ini jadian? Sama siapa?
“sama anak sana yang katanya mirip sama lo, namanya evina.”
“evina? Semoga dia bahagia.” Ku akhiri percakapan itu , walau singkat tapi menyakitkan bagiku.
sungguh aku tak percaya, dan hari ini tanggal 27, ternyata hari ini jugalah arya jadian sama pacarnya evina. Aku tak mengerti apa maksudnya aray dengan semua ini. Ataukah evina yang katanya mirip denganku itu Cuma sebagai pelampiasannya saja?ataukah arya bener-benar menyayanginya? Entahlah.
Kini semuanya tlah berakhir, meskipun aku tak mengerti jalan fikirannya arya. Tetapi aku yakin, dihati kecilnya arya meskipun sedikit saja, dia masih menyisihkan tempat untukku dihatinya dan menyimpan namaku dihati kecilnya.. begitupun aku, meskipun aku sudah mempunyai seorang kekasih , dan dialah yang membuatku menyadari. Menunggu itu tidak enak, apalagi orang yang kita tunggu gak pernah mencoba untuk meraih kita.sungguh menyakitkan. Mungkin arya sama sepertiku, menjalani semuanya tetapi tidak apa yang dia inginkan.
***
Tiba-tiba saja ponselku bergetar ternyata tlp masuk .
“halo?natasya?Sya, hari ini arya mau pulang.”
“pulang?” ternyata sms itu berasal dari sari yang juga teman baikku
“iya pulang, padahal dia baru sebentar di jakarta. Malah belom sempet kangen-kangenan kan sama lo? Eh tapi gak deh lo berdua kan udah sama-sama punya pacar. Tapi gue sih yakin pasti lo berdua masi saling ngarepin iya kan?”
“gak usah nyindir gitu deh sar.”
“haha.. iya maaf” sari tertawa pelan
“oh iya , lo tlp gue Cuma mau ngasi tau kalo dia pulang?’’
“yaa.. gue sedih banget dia hars pulang dan katanya gak akan balik lagi.”
Deeegggg........... tiba-tiba saja air mataku mulai jatuh perlahan setelah mendengar kabar itu dadaku terasa sesak dan saat ini sulit untuk bernafas
“syaa?” panggilnya
“natasya? Lo gak apa-apa kan? Diem aja?”
‘’eh iya sorry apa tadi yang lo bilang, gue gak denger.”
“arya mau pindah dan tinggal di lampung selama 3 tahun. Dia gak akan balik lagi dan pastinya rumahnya yang disini mau di kontrakin.”
“apa?”
“iya bener, eh udah dulu yaa byee..
Sari mengakhiri percakapannya , aku tak mengerti dengan semua ini.. lagi-lagi arya pergi dan ninggalin aku untuk kedua kalinya, tapi ini berbeda dia gak akan kembali. Ini semua tak mungkin. Ku putar lagu pasto aku pasti kembali, dan lagu itu yang menjadi lagu kita berdua dulu. Teringat aku dan arya sering menyanyikan lagu itu berdua.. di pekarangan sekolah sambil memainkan gitar
Reff : aku hanya pergi tuk sementara..
bukan tuk meninggalkanmu selamanya..
aku pasti kan kembali, pada dirimu.. tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali..
aku pasti kembali.........
***
Pukul 06.00 pagi,
Aku terbangun dari tidurku, aku tak bisa berhenti menangis tadi malam, mungkin sebabnya mataku sembab dan layu seperti ini. aku tak mengerti mengapa aku menangisinya. Aku tak mengerti apa yang ku tangisi. Cintanya? Ataukah karna arya yang ingin pergi? Entahlah..aku tak mengerti..Seharusnya aku seneng arya pergi dan gak akan kembali lagi, tapi apa nyatanya? Aku malah seperti ini, seharusnya aku sadar aku sudah mempunyai seseorang kekasih begitupun arya.... Aku juga tak mengerti perasaanku gelisah tadi malam, tadi malam aku juga melihat arya tapi aku , aku tak ingat dia ada di mimpiku? Atau dia datang tadi malam. Yang ku ingat dia datang memakai baju putih dan dia tersenyum padaku, dia memegang tanganku dan berbisik. Jangan sedih, karna arya akan selalu ada dihati kamu. Dan kamu selalu ada di hati arya.. mungkin arya gak akan pernah kembali.
Dret..dret.. hp ku berdering, ternyata ada tlp dari eza aku pun cepat-cepat mengangkatnya..
“sya, udah bangun??’’
“ada apa?gue baru aja bangun.”
“lo udah tau kan arya pergi?”
“iya , gue udah tau dari sari dia yang ngasih tau gue kemaren malem.”
“suara lo kenapa?”
Mungkin suaraku begini adalah efek tangisanku tadi malam , aku tak bisa tidur.. hanya arya yang aku fikirkan tadi malam.
“hah? Suara gue? Gpp, gue lagi sakit tenggorokan biasalah radang.
“bohong, lo pasti abis nangis ya?”
“enggak.” Aku memang berbohong sama eza, karna aku tak ingin kawatir.
“ada apa tlp gue pagi-bagi begini? Tumben?’
“iya, gawat sya penting gawat. Arya barusan aja masuk rumah sakit.”
“apaaa?” aku tersentak kaget dan mataku kini sudah tak mengantuk lagi
“iya udeh lo cepetan mandi. Cepet nanti lo gue anter kerumah sakit gue jemput.”
Aku segera mengakhiri tlp, aku bergegas untuk mandi. Dan setelah aku selesai mandi, dan siap untuk berangkat , tiba-tiba saja terdengar bunyi motor depan pagar rumahku, ku lihat dari jendela ternyata itu eza, aku cepat keluar dan pamit tidak sempet sarapan pagi
“za, ceritain ke gue plis.”
“udah cepet naik , nanti gue ceritaiin di jalan.”
Aku segera naik dan meninggalkan rumah. Aku pergi dengan hati yang cemas, selama di perjalanan aku hanya diam dan diam.
‘’sya, jangan diem aja .”
“jelas aja gue diem.”
‘‘ini adalah bukti kalo lo masih sayang banget sama arya, iya kan?”
“gak. Gue Cuma khawatir” kataku ngeles
“Khawatir? Kalo lo Cuma kawatir, gak akan lo mau pagi-pagi kaya gini disuru kerumah sakit buat liat keadaan arya, padahal lo sendiri udah punya cowok. Tapi lo sendiri malah ngawatirin arya di banding cowok lo”
“jelasin ke gue kenapa arya?”
Hening........ aku tak mengerti kenapa suasana menjadi hening.. keadaan pagi yang dingin ini menusuk tubuhku
“eza?’’ panggilku
“eza, arya kenapa?’’ panggilku sekali lagi cemas
“dia... dia.. “
“dia? Dia kenapa zaa.”
Eza tak juga menjawabnya, setelah setengah jam di perjalanan, tak terasa kita sudah sampai dirumah sakit. Setelah eza memarkirkan motornya, aku dan eza langsung pergi menuju ruang kamar tempat arya dirawat. Aku dan eza melihat teman-temanku sudah rame dan berkumpul di ruang kamar arya, aku tak mngerti mereka semua menangis sampai isek-isekan. Apa yang terjadi? Aku tak mengerti . tiba-tiba saja ditengah kerumunan mereka yang sedang menangis, aku melihat seseorang memakai baju putih keluar dari arah pintu kamar rumah sakit tempat arya dirawat. Aku diam dan tak menghampiri seseorang itu. Ku lihat eza sudah tidak ada disampingku. Aku seperti mengenalnya, wajahnya pucat, lesu, dan dia tersenyum kepadaku. Dia itu arya? Apa dia itu arya? Dia tersenyum padaku? Tapi aku heran mengapa mereka semua masih menangis? Sedangkan arya? Dia baru saja kluar dari arah pintu dan tersenyum padaku.... tiba-tiba saja saat aku ingin menghampiri seseorang itu, seseorang itu hilang? Hilaaaang????? Iya, tiba-tiba saja hilang. Aku tak mengerti kemana bayangan itu pergi.
“natasyaaaa..... “ tiba-tiba ici menghampiriku dan memelukku
“ada apa? kok lo nangis?” tanyaku heran, ici masih saja menangis di pelukanku
“arya syaaa... arya.....gue gk percaya dengan semua ini, padahal waktu kemaren kita abis ngmpul bareng.. gue gsk percaya!”
“arya kenapa? Dia baik-baik ajakan? Barusan gue liat dia keluar kamar dan dia senyum sama gue, tapi anehnya dia langsung pergi dan hilang gitu aja pas gue mau nyamperin dia.. yaa.. barusan .” kataku polos tak mengerti
“apa? “ ici menatapku
“iya seius gue gak boong tuh barusan dia kesana” aku menunjukkan ke arah bayangan itu pergi
“arya itu udah gak ada natasya, dia pergi ninggalin kita semua.. bukan untuk pergi dan tinggal di lampung, tetapi dia pergi untuk selamanya.”
“gue gak ngerti, jelas-jelas gue barusan liat dia.”
“ikut gue,” di tariknya tanganku masuk ruang kamar arya
“lihat,dia udah gak ada, gue gak sanggup dengan semua ini.”
“aryaaaaa... aku menghampiri arya yang terbaring lemas dan kaku, juga pucat dan tangannya begitu dingin.”
“arya, bilang ke gue kalo ini gak bener. Aryaaa buka mata lo, bilang kalo ini gak bener. Kenapa lo gak mau buka mata lo , aryaaa plis.” Aku tak bisa menahan tangis
“arya, plissss arya gue mohon, jangan ninggalin natasya dengan cara seperti ini natasya gamau ditinggal arya, natasya sayang banget sama arya. Arya bilang, kalo ini bohong, tangan arya dingin banget, arya sakit? Arya kedinginan? Tadi arya baru aja senyum ke natasya aryaaa bangun.”
Saat itu aku tak bisa menahan tangis, tangan arya saat itu dingin banget semua itu bisa ku rasakan. Tetapi dokter langsung membawanya, ku lihat terakhir kali arya tersenyum padaku, ini mimpi? Katakan ini mimpi padaku.
“natasya?’’ seseorang menarik tanganku, entah itu siapa dia langsung memelukku
“ikhlasin dia natasya, dia udah gak ada jangan menangis terus, ikhlasin dia.”
Aku tak bisa menahan tangis, aku sekarang rapuh, aku tak bisa apa-apa dengan kenyataan pahit ini. batinku
“ikhlasin dia natasya, ini semua demi kebaikannya.” Aku masih terhanyut dalam susana dan juga didalam pelukan seseorang itu, ketika aku membuka mata ternyata seseorang itu adalah aka, pacarku yang juga ada disana.. menyaksikan itu semua
“ayok kita keluar, aka jelasin semuanya.”
Teman-temanku masih saja menangis, dan juga ku lihat eza sepertinya dia juga sangat terpukul. Aku mengerti perasaan eza, dan juga teman-temanku semuanya.
Ternyata, aka membawaku ke kursi taman belakang rumah sakit.
“aka udah denger semuanya sayang.”
“maafin natasya, maafin natasya.” Kataku pelan
“gk usah minta maaf, justru aka yang minta maaf sama kamu. Mungkin kalo kamu denger ini semua kamu nantinya bakalan benci dan marah sama aka, pacar kamu.”
“kenapa kamu ngomong gitu?” tanyaku tak mengerti
“kamu tau? Kamu ingat 6 bulan yang lalu pas arya pergi ninggalin kamu tanpa pamit?”
“iya aku ingat?”
“dia itu pergi ninggalin kamu karna dia sakit, bukan karna dia sekolah di pesantren juga. Dia Cuma nyari alesan yang masuk akal.Selama itu dia pergi untuk berobat kesana-sini. Tapi itu semua gagal. Pengobatan itu sempat berhasil, tetapi tidak berlangsung lama.”
Hening..... aka melanjutkan ceritanya
“selama dia pergi untuk tinggal di lampung, dia bilang kalo dia pindah ke pesantren.. padahal tidak sayang.. dia pergi bersama orang tuanya untuk berobat. Dia punya penyakit jantung. Kemaren pas kamu main sama dia sama teman-teman kamu ,mungkin saat itu keadaan arya sudah pulih tetapi , arya drop dan harus pulang dan pindah ke lampung selama 3 tahun untuk menjalani pengobatan. Orang tuanya arya terpaksa pindah kesana, karna tidak mungkin bolak-balik dengan kondisi arya seperti itu lampung-jakarta itu lumayan jauh.”
“selamaya 6 bulan, arya menitipkan kamu ke aku. Karna aku sahabat baik arya sejak kecil. Hanya aku yang tau tentang penyakitnya,selain keluarganya sel. Maafkan aku, natasya... seharusnya dari awal aku jujur sama kamu. Pas kita jadian tanggal 26 kemarin, arya mengetahui kabar itu. Awalnya aku gak enak sama dia, tapi aku bener-bener sayang dan tulus sama kamu itu semua aku lakuin untuk ngejagain kamu. Pas arya tau kita jadian, dia pesen sama aku , supaya kamu suatu saat nanti dia udah gak ada, kamu harus bisa ngikhlasin dia. Ini semua demi kebaikannya natasya.ini semua udah ada yang ngatur”
“Tadi aku juga menemaninya sbelum ajal menjemputnya. Dia berpesan padaku sayang, katanya dia minta maaf sama kamu dan teman-teman kamu juga. Karna dia gak mau buat kamu sedih juga semuanya. Tadi aku juga udah cerita ke semua teman-teman kamu dan tadi aku suruh eza jemput kamu. Maafin aku terlambat ngasih tau kamu.”
Tangisku semakin tak terkendali, aku tk bisa menahan semuanyaa.... ini semua telah berakhir, dan akupun kini harus membuka hatiku untuk orang lain
“ aku gak marah sama kamu, aku juga ngerti kalo misalnya aku ada di posisi kamu saat itu. Aku ikhlasin , walaupun aku masih sakit dan sangat terpukul.”
“ya, seharusnya kamu bersikap seperti itu sayang, itu semua udah tuhan yang atur. Kita sebagai umatnya hanya bisa sabar, ikhlas, dan menerima.”

Tuhan... jika ini semua sudah menjadi jalan takdirku,aku ikhlas Tuhan...
Tabahkan aku , berilah tempat yang nyaman disana buat Arya Tuhan...
Sayangi dia, dan meskipun Arya sudah tidak ada di dunia ini. tapi aku masih tetap menyayanginya... sampai nanti ku menutup mata...
>>THE END<<